Pahlawan Kejayaan
Jika kecemasan merupakan kekuatan utama
yang menggerakkan para pahlawan kebangkitan, maka kekuatan apakah yang
paling agresif menggerakkan para pahlawan di jaman kejayaan? Jawabannya
adalah obsesi kesempurnaan. Penjelasannya seperti ini: Pada jaman
kejayaan suatu peradaban, kondisi kehidupan masyarakat sudah relatif
stabil; ada pemerintahan yang kuat, ada pertahanan dan keamanan yang
stabil, ada kemakmuran yang merata secara relatif, ada tingkat kesehatan
dan pendidikan yang baik, dan seterusnya. Masyarakat tidak lagi
berpikir pada lingkaran kebutuhan pokok dan logistik dasarnya. Karena
itu, ada ketenangan, dan dalam ketenangan itu muncul kecenderungan untuk
memenuhi kebutuhan intelektual dan spiritual.
Selain dilatari oieh sistem pemenuhan
kebutuhan manusia secara bertahap, pengembangan intelektual juga
merupakan kesinambungan yang niscaya dari mata rantai perkembangan
sebuah peradaban. Lihatlah sejarah Islam misalnya.
Perkembangan ilmu pengetahuan yang
sangat pesat terjadi pada abad kedua, ketiga, dan keempat. Pada abad
pertama energi kaum muslimin tercurah untuk proses kebangkitan awal.
Ini juga yang terjadi di Eropa; masa
kebangkitan peradaban dari masa keterpurukan di abad per-tengahan
terjadi setelah Perang Salib pada abad ketigabelas hingga abad
ketujuhbelas. Setelah itu, peradaban Etopa mengalami masa kejayaan pada
abad kedelapanbelas hingga abad duapuluh. Cerita abad duapuluhsalu
mungkin akan sangat berbeda. Perkembangan ilmu pengetahuan paling pesat
terjadi pada tiga abad terakhir ini.
Ketenangan memungkinkan orang menekuni
detil-detil, sementara pengembaraan intelektual dan spiritual selalu
mendorong orang pada kesempurnaan. Ini menjelaskan tipikal kepahlawanan
zaman kejayaan; biasanya terjadi paling banyak pada bidang pemikiran,
kebudayaan, bahasa, seni, dan ilmu pengetahuan, dan pembangunan fisik,
serta berorientasi pada spesialisasi yang rumit dan detil, sebagai
simbol kesempurnaan.
Kepahlawanan zaman kejayaan didominasi
oleh semangat perfeksionisme dan inovasi. Kepahlawanan dibedakan pada
ketekunan dan kemampuan kreativitas; seperti ketekunan Imam Bukhari dan
kawan-kawannya meneliti sanad dan matan hadits, atau kreativitas Imam
Syafii saat beliau merumuskan kaidah-kaidah Ushul Fiqh, atau temuan dan
inovasi Ibnu Sina dan Ibnu Rusydi dalam bidang kedokteran, atau
kedalaman Imam Ghazali, Ibnul Jauzi, Ibnul Qayyim dalam bidang akhlak,
atau Al Jahiz dalam bidang sastra, dan seterusnya.
Adapun pembangunan fisik dalam kaitan
ini terjadi sebagai bagian dari cara mengekspresikan temuan-temuan itu
secara fisik; bahwa kemajuan pemikiran, bahasa, budaya, seni dan ilmu
pengetahuan dengan sendirinya meningkatkan cita rasa keindahan, dan itu
terekspresi salah satunya dalam pembangunan fisik. Inilah penjelasan
untuk Istana Al-Hamra di Spanyol, atau Islana Khilafah Abbasiyah di
Bagdad.
Begitulah obsesi kesempurnaan melahirkan
ilmu dan meninggikan cita rasa keindahan, dan itulah karya para
pahlawan zaman kejayaan.
Sumber : http://www.hasanalbanna.com
Related posts:
If you enjoyed this article, subscribe to receive more great content just like it.
Popular Posts
-
UNDANGAN, Ikhwah fillah... Mari eratkan ukhuwah, raih keberkahan silaturrahim dan majelis ilmu, HADIRI Forum Pengajian Keluarga Sejahter...
-
Komisi III DPR RI akhirnya menyetujui pembangunan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal itu diputuskan setelah Komisi III DPR ...
-
Risalah dari Prof. DR. Muhammad Badi’, Mursyid Am Ikhwanul Muslimin, 15 Rabiul Akhir 1433/09 Maret 2012 Penerjemah: Abu ANiSA ____...
-
Biaya penyelenggaraan dan kampanye Pemilu dinilai murah jika revitalisasi lembaga penyiaran publik, Televisi Republik Indonesia (TVRI) ...
-
Islam menyeru para pemeluknya dengan suatu seruan, “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu berc...
-
Dzulhijjah adalah salah satu bulan mulia dalam kalender Islam. Banyak umat Islam yang menantikan kedatangannya, khususnya para calon ja...
-
Situasi yang kita hadapi sekarang adalah mata rantai dari ujian-ujian dakwah sebelumnya. Adalah sunatullah bahwa akan ada terus rekayasa u...
-
Permasalahan APBN 2013 dinilai tak berbeda dengan APBN 2012 , yakni terjadi kekeliruan dalam perencanaan. APBN 2013 dinilai ...
Recent Stories
Connect with Facebook
Sponsors
Search
Archives
-
▼
2013
(28)
-
▼
Januari
(10)
- Jimly: Penetapan Tersangka Luthfi Ganjil
- BK-Info:Terkait Penetapan Presiden PKS sbg tersang...
- Ungkapan hati Ust Ayi Muzayni (Protokoler Presiden...
- Keterangan Resmi Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq...
- Pahlawan Kejayaan
- PKS: Apa Jadinya Pejabat Negara Pecandu Narkoba?
- Tifatul: PKS Cari Kader Bermoral dan Religius, Buk...
- Hukum Memperingati Maulid Nabi
- Inilah Filosofi Nomor Urut 3 bagi PKS
- Rilis ICW: Hanya PKS dan Hanura yang Alegnya Tak A...
-
▼
Januari
(10)
Categories
Blog Archives
-
▼
2013
(28)
-
▼
Januari
(10)
- Jimly: Penetapan Tersangka Luthfi Ganjil
- BK-Info:Terkait Penetapan Presiden PKS sbg tersang...
- Ungkapan hati Ust Ayi Muzayni (Protokoler Presiden...
- Keterangan Resmi Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq...
- Pahlawan Kejayaan
- PKS: Apa Jadinya Pejabat Negara Pecandu Narkoba?
- Tifatul: PKS Cari Kader Bermoral dan Religius, Buk...
- Hukum Memperingati Maulid Nabi
- Inilah Filosofi Nomor Urut 3 bagi PKS
- Rilis ICW: Hanya PKS dan Hanura yang Alegnya Tak A...
-
▼
Januari
(10)
Recent Comments
