PKS: Mesin Partai Itu Kader, Bukan Artis
Jakarta - Saat banyak partai politik ramai-ramai meminang artis
untuk masuk di partai, tapi tidak demikian dengan Partai Keadilan
Sejahtera (PKS). Walau, keberadaan artis di parpol akan mendongkrak
suara partai.
Politisi PKS, Indra, mengatakan bahwa proses kaderisasi itu ada pada partai. Bukan ditentukan oleh seorang artis. Sehingga, PKS merasa tidak perlu mengandalkan artis untuk memperoleh suara tinggi.
"Kalau PKS enggak perlu merebut suara dengan artis, bukan haram, karena mesin partai itu kader, bukan artis," kata Indra dalam acara diskusi, di Jakarta, Senin, (24/12/2012).
Indra, yang juga duduk di Komisi III DPR ini mengakui bahwa saat ini PKS belum memiliki figur yang mumpuni untuk dikenal lebih jauh oleh masyarakat. Namun, PKS tetap optimis untuk meraih suara. Apalagi untuk menghantarkan anggotanya untuk duduk di legislatif.
"Tanpa figur tokoh politik yang kuat, PKS yakin masih akan memperoleh suara memadai untuk tetap duduk di kursi perwakilan rakyat. Saya yakin 2014 nanti kita akan mendapatkan kursi memadai," katanya.
Lebih lanjut, bagi Indra faktor penentu perolehan suara PKS di pemilu bukan hanya tokoh partai yang populer, tapi kader yang menggerakan mesin untuk menggenjot perolehan suara pemilu nanti.
"PKS akan melihat bagaimanapun dengan semakin terinternalisasinya masyarakat, saya yakin partai Islam akan mendapatkan tempat. Di lain hal itu benar PKS tidak punya tokoh yang kuat, tapi mesin penggeraknya itu dari kader, bukan ketokohan seseorang," ujar Indra.
Politisi PKS, Indra, mengatakan bahwa proses kaderisasi itu ada pada partai. Bukan ditentukan oleh seorang artis. Sehingga, PKS merasa tidak perlu mengandalkan artis untuk memperoleh suara tinggi.
"Kalau PKS enggak perlu merebut suara dengan artis, bukan haram, karena mesin partai itu kader, bukan artis," kata Indra dalam acara diskusi, di Jakarta, Senin, (24/12/2012).
Indra, yang juga duduk di Komisi III DPR ini mengakui bahwa saat ini PKS belum memiliki figur yang mumpuni untuk dikenal lebih jauh oleh masyarakat. Namun, PKS tetap optimis untuk meraih suara. Apalagi untuk menghantarkan anggotanya untuk duduk di legislatif.
"Tanpa figur tokoh politik yang kuat, PKS yakin masih akan memperoleh suara memadai untuk tetap duduk di kursi perwakilan rakyat. Saya yakin 2014 nanti kita akan mendapatkan kursi memadai," katanya.
Lebih lanjut, bagi Indra faktor penentu perolehan suara PKS di pemilu bukan hanya tokoh partai yang populer, tapi kader yang menggerakan mesin untuk menggenjot perolehan suara pemilu nanti.
"PKS akan melihat bagaimanapun dengan semakin terinternalisasinya masyarakat, saya yakin partai Islam akan mendapatkan tempat. Di lain hal itu benar PKS tidak punya tokoh yang kuat, tapi mesin penggeraknya itu dari kader, bukan ketokohan seseorang," ujar Indra.
Sumber : http://nasional.inilah.com/read/detail/1940569/pks-mesin-partai-itu-kader-bukan-artis
Related posts:
If you enjoyed this article, subscribe to receive more great content just like it.
Popular Posts
-
UNDANGAN, Ikhwah fillah... Mari eratkan ukhuwah, raih keberkahan silaturrahim dan majelis ilmu, HADIRI Forum Pengajian Keluarga Sejahter...
-
Komisi III DPR RI akhirnya menyetujui pembangunan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal itu diputuskan setelah Komisi III DPR ...
-
Risalah dari Prof. DR. Muhammad Badi’, Mursyid Am Ikhwanul Muslimin, 15 Rabiul Akhir 1433/09 Maret 2012 Penerjemah: Abu ANiSA ____...
-
Biaya penyelenggaraan dan kampanye Pemilu dinilai murah jika revitalisasi lembaga penyiaran publik, Televisi Republik Indonesia (TVRI) ...
-
Islam menyeru para pemeluknya dengan suatu seruan, “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu berc...
-
Pada tahun kesepuluh kenabian, istri Nasbi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam, Khadijah binti Khuwailid, dan pamannya, Abu Thlaib, wafat. Ber...
-
Permasalahan APBN 2013 dinilai tak berbeda dengan APBN 2012 , yakni terjadi kekeliruan dalam perencanaan. APBN 2013 dinilai ...
-
Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera, Aboebakar Alhabsy, menilai hasil survei Lingkaran Survei Indonesia bertajuk "Makin Suramnya P...
Recent Stories
Connect with Facebook
Sponsors
Search
Archives
-
▼
2012
(104)
-
▼
Desember
(11)
- PKS: Mesin Partai Itu Kader, Bukan Artis
- Lagi, Heryawan Raih Penghargaan ke-92
- Remaja, Masjid, dan Peradaban
- Majalah Time: Mursi Orang Paling Berpengaruh ke-4 ...
- Berdusta Itu Melelahkan
- FPKS Berikan Pengawalan Untuk RUU Produk Halal Sam...
- PKS Pantau Rhoma Irama
- Lomba Cipta Logo SDIT Salman al-Farisi
- Masuk 5 Besar Capres 2014 Versi LSI, Ini Tanggapan...
- Pemimpin Masa Depan: Beda Antara Leader dan Dealer!
- Jangan Berada dalam Perpecahan
-
▼
Desember
(11)
Categories
Blog Archives
-
▼
2012
(104)
-
▼
Desember
(11)
- PKS: Mesin Partai Itu Kader, Bukan Artis
- Lagi, Heryawan Raih Penghargaan ke-92
- Remaja, Masjid, dan Peradaban
- Majalah Time: Mursi Orang Paling Berpengaruh ke-4 ...
- Berdusta Itu Melelahkan
- FPKS Berikan Pengawalan Untuk RUU Produk Halal Sam...
- PKS Pantau Rhoma Irama
- Lomba Cipta Logo SDIT Salman al-Farisi
- Masuk 5 Besar Capres 2014 Versi LSI, Ini Tanggapan...
- Pemimpin Masa Depan: Beda Antara Leader dan Dealer!
- Jangan Berada dalam Perpecahan
-
▼
Desember
(11)
Recent Comments
