Anis Matta: Parpol sumber rekrutmen kepemimpinan nasional
Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta mengatakan partai politik merupakan sumber rekrutmen kepemimpinan nasional pada masa yang akan datang.
"Sistem apapun yang ditetapkan oleh DPR RI, kita harus memastikan bahwa partai itu difungsikan sebagai sumber rekrutmen kepemimpinan nasional. Bukan sebagai event organizer pada pemilu," kata Anis Matta di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu.
Anis menyebutkan, bila partai politik tidak menjadi sumber rekrutmen kepemimpinan nasional, diperkirakan akan menumpulkan fungsi partai politik sebagai pilar demokrasi.
"Akibat jangka panjang adalah kaderisasi kepemimpinan nasional tidak akan terjadi. Yang akan muncul adalah pemimpin-pemimpin populis yang belum tentu memiliki kompetensi yang memadai," kata Wakil Ketua DPR RI itu.
Untuk mewujudkan lahirnya kaderisasi pemimpin nasional di masa yang akan datang, salah satu caranya adalah dengan menciptakan sistem pemilu yang baik. PKS, kata Anis, mengusulkan agar sistem pemilu yang baik adalah dengan menerapkan sistem pemilu tertutup (nomor urut)
"Yang menentukan adalah sistem terbuka (suara terbanyak) atau tertutup. Yang bagus adalah sistem tertutup, itu yang diusulkan PKS. Karena partai politik adalah sumber rekrutmen kepemimpinan nasional, agregasi dan penyarluran aspirasi serta ongkos lebih murah dan mampu menghilangkan kompetisi di internal partai," kata dia.
"Kalau sistem terbuka, akan semakin tinggi ongkos pemilu, sama artinya kita mendorong politik kita dikendalikan oleh pemilik modal bukan pemilik suara. Dalam sistem demokrasi, tarik menariknya antara vote dan capital. Kita mesti memastikan sistem pemilu kita agar minim capital dan berorientasi pada suara," tambah Anis.
Sedangkan untuk ambang batas perolehan kursi parlemen atau parliamentary threshold (PT) dan alokasi kursi per daerah pemilihan adalah bagian teknis yang tak terlalu merisaukan PKS.
"Untuk PT, PKS usulkan angka antara 3-4 persen. Sedangkan untuk alokasi kursi per daerah pemilihan, PKS berharap tidak mengarah pada sistem distrik. Pengurangan jumlah alokasi per daerah pemilihan juga mempermudah sistem, wilayah teritori kampanye caleg dan bisa meringankan ongkos. Tetapi yang perlu dipikirkan dalam penetapan kursi dapil itu adalah masalah pembagian wilayah," kata Anis Matta.
"Sistem apapun yang ditetapkan oleh DPR RI, kita harus memastikan bahwa partai itu difungsikan sebagai sumber rekrutmen kepemimpinan nasional. Bukan sebagai event organizer pada pemilu," kata Anis Matta di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu.
Anis menyebutkan, bila partai politik tidak menjadi sumber rekrutmen kepemimpinan nasional, diperkirakan akan menumpulkan fungsi partai politik sebagai pilar demokrasi.
"Akibat jangka panjang adalah kaderisasi kepemimpinan nasional tidak akan terjadi. Yang akan muncul adalah pemimpin-pemimpin populis yang belum tentu memiliki kompetensi yang memadai," kata Wakil Ketua DPR RI itu.
Untuk mewujudkan lahirnya kaderisasi pemimpin nasional di masa yang akan datang, salah satu caranya adalah dengan menciptakan sistem pemilu yang baik. PKS, kata Anis, mengusulkan agar sistem pemilu yang baik adalah dengan menerapkan sistem pemilu tertutup (nomor urut)
"Yang menentukan adalah sistem terbuka (suara terbanyak) atau tertutup. Yang bagus adalah sistem tertutup, itu yang diusulkan PKS. Karena partai politik adalah sumber rekrutmen kepemimpinan nasional, agregasi dan penyarluran aspirasi serta ongkos lebih murah dan mampu menghilangkan kompetisi di internal partai," kata dia.
"Kalau sistem terbuka, akan semakin tinggi ongkos pemilu, sama artinya kita mendorong politik kita dikendalikan oleh pemilik modal bukan pemilik suara. Dalam sistem demokrasi, tarik menariknya antara vote dan capital. Kita mesti memastikan sistem pemilu kita agar minim capital dan berorientasi pada suara," tambah Anis.
Sedangkan untuk ambang batas perolehan kursi parlemen atau parliamentary threshold (PT) dan alokasi kursi per daerah pemilihan adalah bagian teknis yang tak terlalu merisaukan PKS.
"Untuk PT, PKS usulkan angka antara 3-4 persen. Sedangkan untuk alokasi kursi per daerah pemilihan, PKS berharap tidak mengarah pada sistem distrik. Pengurangan jumlah alokasi per daerah pemilihan juga mempermudah sistem, wilayah teritori kampanye caleg dan bisa meringankan ongkos. Tetapi yang perlu dipikirkan dalam penetapan kursi dapil itu adalah masalah pembagian wilayah," kata Anis Matta.
Sumber : http://www.antaranews.com/berita/293342/anis-matta-parpol-sumber-rekrutmen-kepemimpinan-nasional
Related posts:
If you enjoyed this article, subscribe to receive more great content just like it.
Popular Posts
-
UNDANGAN, Ikhwah fillah... Mari eratkan ukhuwah, raih keberkahan silaturrahim dan majelis ilmu, HADIRI Forum Pengajian Keluarga Sejahter...
-
Komisi III DPR RI akhirnya menyetujui pembangunan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal itu diputuskan setelah Komisi III DPR ...
-
Risalah dari Prof. DR. Muhammad Badi’, Mursyid Am Ikhwanul Muslimin, 15 Rabiul Akhir 1433/09 Maret 2012 Penerjemah: Abu ANiSA ____...
-
Biaya penyelenggaraan dan kampanye Pemilu dinilai murah jika revitalisasi lembaga penyiaran publik, Televisi Republik Indonesia (TVRI) ...
-
Islam menyeru para pemeluknya dengan suatu seruan, “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu berc...
-
Dzulhijjah adalah salah satu bulan mulia dalam kalender Islam. Banyak umat Islam yang menantikan kedatangannya, khususnya para calon ja...
-
Situasi yang kita hadapi sekarang adalah mata rantai dari ujian-ujian dakwah sebelumnya. Adalah sunatullah bahwa akan ada terus rekayasa u...
-
Permasalahan APBN 2013 dinilai tak berbeda dengan APBN 2012 , yakni terjadi kekeliruan dalam perencanaan. APBN 2013 dinilai ...
Recent Stories
Connect with Facebook
Sponsors
Search
Archives
-
▼
2012
(104)
-
▼
Januari
(17)
- Soliditas Jama’ah
- PKS Bantah Ganti Strategi
- PKS Tolak Kenaikan Harga BBM
- Doa Seperti Akses Internet
- Kiat Politikus PKS Habib Nabil al-Musawwa Agar Tid...
- PKS Larang Anggotanya Gunakan Ruang Banggar
- Kendalikan Nafsu, Itu Jalan Ke Surga
- Download Khutbah Jum’at 2012 M / 1433 H
- Anis Matta: Parpol sumber rekrutmen kepemimpinan n...
- KOPERASI RAKYAT ATAU KU PERASI RAKYAT ?
- Tokoh Kristiani : Saya Menaruh Simpatik ke HNW dan...
- Ketika Pak Menteri Sosial Naik Ojek
- Menyegarkan Kembali Semangat Tafaqquh Fiddin
- Menumbuhkan Kemampuan Menguasai Masyarakat
- PKS Beri Beasiswa kepada Perakit Kiat Esemka
- Rumah Aspirasi Hidayat Nur Wahid Diresmikan
- Allah Ada di Dekatku
-
▼
Januari
(17)
Categories
Blog Archives
-
▼
2012
(104)
-
▼
Januari
(17)
- Soliditas Jama’ah
- PKS Bantah Ganti Strategi
- PKS Tolak Kenaikan Harga BBM
- Doa Seperti Akses Internet
- Kiat Politikus PKS Habib Nabil al-Musawwa Agar Tid...
- PKS Larang Anggotanya Gunakan Ruang Banggar
- Kendalikan Nafsu, Itu Jalan Ke Surga
- Download Khutbah Jum’at 2012 M / 1433 H
- Anis Matta: Parpol sumber rekrutmen kepemimpinan n...
- KOPERASI RAKYAT ATAU KU PERASI RAKYAT ?
- Tokoh Kristiani : Saya Menaruh Simpatik ke HNW dan...
- Ketika Pak Menteri Sosial Naik Ojek
- Menyegarkan Kembali Semangat Tafaqquh Fiddin
- Menumbuhkan Kemampuan Menguasai Masyarakat
- PKS Beri Beasiswa kepada Perakit Kiat Esemka
- Rumah Aspirasi Hidayat Nur Wahid Diresmikan
- Allah Ada di Dekatku
-
▼
Januari
(17)
Recent Comments
