Maju Putaran 2, Timses Jokowi Ahok Tebar Fitnah ke PKS
Mantan calon gubernur DKI dari Partai Keadilan Sejahtera, Hidayat Nurwahid mengatakan, dukungan pada putaran kedua Pilkada DKI 2012 sama sekali tidak terkait dengan uang atau yang biasa disebut mahar.
“PKS akan memberikan dukungan kepada calon yang berani merealisasikankontrak politik yang disodorkan oleh PKS. Bukan mengenai uang,” ujar Hidayat Nurwahid di Jakarta, Rabu (8/8).
Pernyataan Hidayat itu sekaligus membantah pernyataan Koordinator Rekrutmen, Pelatihan, Monitoring dan Pengamanan Suara Jokowi-Ahok, Denny Iskandar, yang mengatakan PKS akan mendukung pasangan Fauzi Bowo (Foke)-Nachrowi Ramli (Nara) karena ada tawaran uang dari Foke. “Itu kabar yang tendesius dan tidak berdasarkan pada fakta yang ada,” kata Hidayat.
Mantan Presiden PKS itu juga meminta agar Jokowi dan tim suksesnya tidak membuat berita-berita yang memberikan sinyal negatif. “Itu fitnah dan harus segera dikoreksi oleh tim Jokowi,” katanya.
Menurut dia, dengan adanya berita itu membuat citra Jokowi beserta timnya menjadi rusak di mata PKS, karena dinilai telah merendahkan PKS karena memposisikan diri PKS bisa dibeli dengan uang. Dia menjelaskan, partainya akan memilih pasangan yang berani menjalankan kontrak politik yang
disodorkan partainya.
“Jadi faktanya, PKS didatangi oleh Foke dan Jokowi karena memang sewajarnya, mengingat suara PKS yang tinggi,” kata dia. Apalagi, kata dia, di DPRD DKI Jakarta, PKS memperoleh 18 kursi. Jadi
siapapun yang terpilih menjadi Gubernur DKI akan menjalin komunikasi dengan PKS agar program-programnya terlaksana.
Beberapa kontrak politik yang disodorkan PKS ke pasangan Foke-Nara adalah mengubah cara komunikasi yang lebih prorakyat, reformasi birokrasi dan mencegah korupsi dan berani melakukan perubahan sesuai dengan program yang disuarakan pasangan Hidayat-Didik.
Sedangkan kontrak politik untuk Jokowi-Ahok adalah berkomitmen menjalankan amanah hingga 2017, kebijakan yang berkeadilan dan tidak merugikan kepentingan umat Islam di Jakarta dan merealisasikan program-program yang disuarakan pasangan Hidayat-Didik.
PKS belum menentukan kemana akan memberikan suara pada Pilkada DKI Jakarta putaran kedua. Sejumlah pengurus PKS mengatakan akan mengumumkannya sebelum lebaran.
Pilkada DKI Jakarta putaran kedua akan diselenggarakan 20 September dan diikuti dua pasang calon, yakni Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli dan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama.
Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nurwahid mengatakan partainya akan mendukung pasangan Fauzi Bowo (Foke)-Nachrowi Ramli (Nara) di Pilkada DKI Jakarta putaran kedua jika pasangan itu minta maaf.
“Selama kampanye pilkada putaran pertama, Foke menghembuskan isu SARA dengan mengatakan kalau PKS itu Wahabi dan anti Maulid. Jika Foke menginginkan dukungan dari PKS, berani tidak dia meminta maaf karena PKS bukan Wahadi dan anti Maulid,” ujar Hidayat Nurwahid di Jakarta, Rabu
(8/8).
Hidayat yang juga mantan calon gubernur DKI Jakarta itu menambahkan jika hal itu tertuang dalam kontrak politik PKS. Kemudian yang kedua adalah Foke harus mengubah cara berkomunikasi dengan rakyat. “Selanjutnya melakukan reformasi birokrasi dan pemberantasan korupsi dan melakukan perubahan seperti yang disampaikan pasangan Hidayat-Didik,” kata dia.
Sedangkan untuk Jokowi, lanjut dia, juga mempunyai beberapa persyaratan seperti berkomitmen menjalankan amanah hingga 2017, kebijakan yang berkeadilan dan tidak merugikan kepentingan umat Islam di Jakarta dan merealisasikan program-program yang disuarakan pasangan Hidayat-Didik.
“Berani tidak Jokowi berkomitmen tidak meninggalkan jabatannya hingga akhir masa jabatan. Tidak seperti Solo yang ditinggalkannya untuk bertarung di Jakarta,” kata dia.
PKS belum menentukan kemana akan memberikan suara pada Pilkada DKI Jakarta putaran kedua. Sejumlah pengurus PKS mengatakan akan mengumumkannya sebelum lebaran. Pilkada DKI Jakarta putaran kedua akan diselenggarakan 20 September dan diikuti dua pasang calon yakni Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli dan Joko Widodo-Basuki Tjahaja.(antara)
“PKS akan memberikan dukungan kepada calon yang berani merealisasikankontrak politik yang disodorkan oleh PKS. Bukan mengenai uang,” ujar Hidayat Nurwahid di Jakarta, Rabu (8/8).
Pernyataan Hidayat itu sekaligus membantah pernyataan Koordinator Rekrutmen, Pelatihan, Monitoring dan Pengamanan Suara Jokowi-Ahok, Denny Iskandar, yang mengatakan PKS akan mendukung pasangan Fauzi Bowo (Foke)-Nachrowi Ramli (Nara) karena ada tawaran uang dari Foke. “Itu kabar yang tendesius dan tidak berdasarkan pada fakta yang ada,” kata Hidayat.
Mantan Presiden PKS itu juga meminta agar Jokowi dan tim suksesnya tidak membuat berita-berita yang memberikan sinyal negatif. “Itu fitnah dan harus segera dikoreksi oleh tim Jokowi,” katanya.
Menurut dia, dengan adanya berita itu membuat citra Jokowi beserta timnya menjadi rusak di mata PKS, karena dinilai telah merendahkan PKS karena memposisikan diri PKS bisa dibeli dengan uang. Dia menjelaskan, partainya akan memilih pasangan yang berani menjalankan kontrak politik yang
disodorkan partainya.
“Jadi faktanya, PKS didatangi oleh Foke dan Jokowi karena memang sewajarnya, mengingat suara PKS yang tinggi,” kata dia. Apalagi, kata dia, di DPRD DKI Jakarta, PKS memperoleh 18 kursi. Jadi
siapapun yang terpilih menjadi Gubernur DKI akan menjalin komunikasi dengan PKS agar program-programnya terlaksana.
Beberapa kontrak politik yang disodorkan PKS ke pasangan Foke-Nara adalah mengubah cara komunikasi yang lebih prorakyat, reformasi birokrasi dan mencegah korupsi dan berani melakukan perubahan sesuai dengan program yang disuarakan pasangan Hidayat-Didik.
Sedangkan kontrak politik untuk Jokowi-Ahok adalah berkomitmen menjalankan amanah hingga 2017, kebijakan yang berkeadilan dan tidak merugikan kepentingan umat Islam di Jakarta dan merealisasikan program-program yang disuarakan pasangan Hidayat-Didik.
PKS belum menentukan kemana akan memberikan suara pada Pilkada DKI Jakarta putaran kedua. Sejumlah pengurus PKS mengatakan akan mengumumkannya sebelum lebaran.
Pilkada DKI Jakarta putaran kedua akan diselenggarakan 20 September dan diikuti dua pasang calon, yakni Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli dan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama.
Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nurwahid mengatakan partainya akan mendukung pasangan Fauzi Bowo (Foke)-Nachrowi Ramli (Nara) di Pilkada DKI Jakarta putaran kedua jika pasangan itu minta maaf.
“Selama kampanye pilkada putaran pertama, Foke menghembuskan isu SARA dengan mengatakan kalau PKS itu Wahabi dan anti Maulid. Jika Foke menginginkan dukungan dari PKS, berani tidak dia meminta maaf karena PKS bukan Wahadi dan anti Maulid,” ujar Hidayat Nurwahid di Jakarta, Rabu
(8/8).
Hidayat yang juga mantan calon gubernur DKI Jakarta itu menambahkan jika hal itu tertuang dalam kontrak politik PKS. Kemudian yang kedua adalah Foke harus mengubah cara berkomunikasi dengan rakyat. “Selanjutnya melakukan reformasi birokrasi dan pemberantasan korupsi dan melakukan perubahan seperti yang disampaikan pasangan Hidayat-Didik,” kata dia.
Sedangkan untuk Jokowi, lanjut dia, juga mempunyai beberapa persyaratan seperti berkomitmen menjalankan amanah hingga 2017, kebijakan yang berkeadilan dan tidak merugikan kepentingan umat Islam di Jakarta dan merealisasikan program-program yang disuarakan pasangan Hidayat-Didik.
“Berani tidak Jokowi berkomitmen tidak meninggalkan jabatannya hingga akhir masa jabatan. Tidak seperti Solo yang ditinggalkannya untuk bertarung di Jakarta,” kata dia.
PKS belum menentukan kemana akan memberikan suara pada Pilkada DKI Jakarta putaran kedua. Sejumlah pengurus PKS mengatakan akan mengumumkannya sebelum lebaran. Pilkada DKI Jakarta putaran kedua akan diselenggarakan 20 September dan diikuti dua pasang calon yakni Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli dan Joko Widodo-Basuki Tjahaja.(antara)
Sumber : http://www.islamedia.web.id/2012/08/maju-putaran-2-timses-jokowi-ahok-tebar.html
Related posts:
If you enjoyed this article, subscribe to receive more great content just like it.
Popular Posts
-
UNDANGAN, Ikhwah fillah... Mari eratkan ukhuwah, raih keberkahan silaturrahim dan majelis ilmu, HADIRI Forum Pengajian Keluarga Sejahter...
-
Komisi III DPR RI akhirnya menyetujui pembangunan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal itu diputuskan setelah Komisi III DPR ...
-
Risalah dari Prof. DR. Muhammad Badi’, Mursyid Am Ikhwanul Muslimin, 15 Rabiul Akhir 1433/09 Maret 2012 Penerjemah: Abu ANiSA ____...
-
Biaya penyelenggaraan dan kampanye Pemilu dinilai murah jika revitalisasi lembaga penyiaran publik, Televisi Republik Indonesia (TVRI) ...
-
Islam menyeru para pemeluknya dengan suatu seruan, “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu berc...
-
Dzulhijjah adalah salah satu bulan mulia dalam kalender Islam. Banyak umat Islam yang menantikan kedatangannya, khususnya para calon ja...
-
Situasi yang kita hadapi sekarang adalah mata rantai dari ujian-ujian dakwah sebelumnya. Adalah sunatullah bahwa akan ada terus rekayasa u...
-
Permasalahan APBN 2013 dinilai tak berbeda dengan APBN 2012 , yakni terjadi kekeliruan dalam perencanaan. APBN 2013 dinilai ...
Recent Stories
Connect with Facebook
Sponsors
Search
Archives
-
▼
2012
(104)
-
▼
Agustus
(9)
- Risalah Mursyid Teruntuk Ikhwan dan Akhawat
- Maafkan Kami (PKS) Yang Tak Sempurna
- “PKS Mendingan Bubar Aja Deh…”
- 'Early Warning' buat Parpol Islam
- PKS: Indonesia harus Tolak Impor Buah dari Israel
- Maju Putaran 2, Timses Jokowi Ahok Tebar Fitnah ke...
- Moursi Memang Beda
- Renungan Ramadhan
- Pidato Hasan Al Banna Ketika Ramadhan
-
▼
Agustus
(9)
Categories
Blog Archives
-
▼
2012
(104)
-
▼
Agustus
(9)
- Risalah Mursyid Teruntuk Ikhwan dan Akhawat
- Maafkan Kami (PKS) Yang Tak Sempurna
- “PKS Mendingan Bubar Aja Deh…”
- 'Early Warning' buat Parpol Islam
- PKS: Indonesia harus Tolak Impor Buah dari Israel
- Maju Putaran 2, Timses Jokowi Ahok Tebar Fitnah ke...
- Moursi Memang Beda
- Renungan Ramadhan
- Pidato Hasan Al Banna Ketika Ramadhan
-
▼
Agustus
(9)
Recent Comments
