Tolak Penaikan BBM, PKS Siap Hilang Kursi Menteri
INILAH.COM, Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) siap kehilangan kursi menteri demi mempertahankan sikap menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
"Kita tidak berpikir sejauh itu (pengurangan kursi menteri, red). Kalau pun terjadi kita sudah berpengalaman," ujar Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PKS Mahfudz Siddiq, di Gedung DPR, Senayan, Kamis (22/3/2012).
Mahfudz mengaku, tak menghiraukan cibiran-cibiran yang diutarakan oleh kader Partai Demokrat atas sikap penolakkan PKS terhadap penaikan harga BBM. "Kalau ada Demokrat atau yang lain berkomentar macam-macam terserah," jelasnya.
Ketika disinggung mengenai kerasnya PKS ini terkait pencitraan untuk 2014, Mahfudz enggan berkomentarnya. PKS malah menilai kompensasi yang diberikan atas kenaikkan BBM seperti pemberian Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) sebagai bentuk pencitraan.
Related posts:
If you enjoyed this article, subscribe to receive more great content just like it.
Popular Posts
-
UNDANGAN, Ikhwah fillah... Mari eratkan ukhuwah, raih keberkahan silaturrahim dan majelis ilmu, HADIRI Forum Pengajian Keluarga Sejahter...
-
Komisi III DPR RI akhirnya menyetujui pembangunan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal itu diputuskan setelah Komisi III DPR ...
-
Risalah dari Prof. DR. Muhammad Badi’, Mursyid Am Ikhwanul Muslimin, 15 Rabiul Akhir 1433/09 Maret 2012 Penerjemah: Abu ANiSA ____...
-
Biaya penyelenggaraan dan kampanye Pemilu dinilai murah jika revitalisasi lembaga penyiaran publik, Televisi Republik Indonesia (TVRI) ...
-
Islam menyeru para pemeluknya dengan suatu seruan, “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu berc...
-
Dzulhijjah adalah salah satu bulan mulia dalam kalender Islam. Banyak umat Islam yang menantikan kedatangannya, khususnya para calon ja...
-
Situasi yang kita hadapi sekarang adalah mata rantai dari ujian-ujian dakwah sebelumnya. Adalah sunatullah bahwa akan ada terus rekayasa u...
-
Permasalahan APBN 2013 dinilai tak berbeda dengan APBN 2012 , yakni terjadi kekeliruan dalam perencanaan. APBN 2013 dinilai ...
Recent Stories
Connect with Facebook
Sponsors
